Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bilang, peran KUA harus lebih terasa di masyarakat. Bukan cuma urus administrasi, tapi juga jadi bagian penting dalam penguatan keluarga, terutama di tengah perubahan sosial yang cepat.

Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai lebih serius memperhatikan layanan di Kantor Urusan Agama (KUA). Hal ini di sampaikan langsung oleh Gubernur Khofifah usai Jawa Timur menerima Anugerah Layanan KUA 2025 dari Kementerian Agama.

Menurut Khofifah, KUA itu punya peran besar, tapi seringkali cuma di anggap tempat ngurus buku nikah. Padahal, menurut dia, kalau di maksimalkan, lembaga ini bisa bantu langsung ke masyarakat, terutama urusan keluarga dan keharmonisan rumah tangga.

“Ini jadi momentum buat dorong KUA lebih responsif, lebih dekat dengan warga,” kata Khofifah saat di temui usai acara di Surabaya.

Ia menambahkan, penguatan layanan KUA penting buat bangun ketahanan keluarga. Karena kalau keluarga rukun dan stabil, itu akan berdampak ke masyarakat yang lebih aman dan harmonis.

Khofifah juga menyebut program keluarga sakinah harus terus di kembangkan. Tapi jangan pakai pola lama yang kaku. Menurutnya, program itu harus menyesuaikan karakter tiap daerah. Karena kebutuhan warga pasti beda-beda.

Gubernur juga dorong pendekatan layanan yang terbuka dan inklusif. Nggak boleh eksklusif. Visi Jawa Timur, katanya, ingin mencetak manusia yang nggak cuma pintar, tapi juga punya karakter kuat dan toleran.

Selain itu, KUA di minta aktif dalam edukasi pranikah. Bukan cuma kasih nasihat biasa, tapi benar-benar membekali calon pengantin biar mereka ngerti nilai keluarga, keberagaman, dan cara selesaikan konflik kecil di rumah tangga.

“Jangan cuma kasih surat, kasih juga pemahaman,” tegasnya.

Di akhir, Khofifah berharap penghargaan ini bisa memperkuat kerja sama antara Pemprov Jatim dan Kemenag. Targetnya, kualitas layanan keagamaan dan pendampingan keluarga terus naik, dan makin banyak warga yang benar-benar ngerasain manfaatnya.